Untuk Lelaki-lelakiku
Untuk Para Lelakiku
Untuk lelaki yang pernah mencintaiku
Untuk lelaki yang sedang mencintaiku
Untuk lelaki yang sempat singgah
Untuk lelaki yang akan mencintaiku
Untuk lelaki yang mampu mencintaiku
Kalian tak akan dan tak
kan
pernah kuijinkan untuk mengenalku lebih dalam. Kalian tak akan dan tak
kan
pernah bisa singgah pada hitamnya hatiku. Kalian tak akan dan tak
kan
pernah dapat menyentuh lubukku. Kalian tak akan dan tak
kan
pernah kuinginkan menukarkan rasa yang hanya akan terbakar kemudian!
Warnet, 16 Maret 2006
Tema bulan April
Nyari Ilmu Dulu Akh…

Pagi Marettttttttttttttt, teriakku dalam hati. Pecah sudah suasana dini hari itu. Tepatnya tanggal 1 Maret. Special memang hari itu, dimana kusengajakan diriku untuk tidak secepatnya mengatupkan mata. 1 Maret, adalah dimana hubunganku yang masih jagung menginjak 6 bulan. Hubungan atau lebih tepatnya sebuah komitmen dengan seseorang masih terus kupegang. Perasaanku tak berubah banyak, namun ketakutan akan perkawinan agaknya masih membayang! Hahaha…
Pengaruh Lovely February masih sangat melekat pada suasana di STUBA.
Ada
beberapa celetukan, kenapa STUBA tidak ganti nama saja jadi STUCI? Studi telaah cinta atau Studi Teater Cinta. Akh apalah itu… sebabnya memang simple, karena semenjak dilaksanakannya Diklat Alam, beberapa pasangan baru muncul antara senior dan junior, seperti K’Bangkit dan Tina, Tina pun sempat di tembak oleh Alan, teman seangkatannya. Echi dan Dady (Dady bukan anggota STUBA tapi partisipan), persaingan antara Agus dan Toto (keduanya bukan anggota STUBA) memperebutkan Dewi, hubungan tidak jelas (apa mungkin TTM?) antara Deni dan Yayan, dan entah pasangan atau perasaan terselubung yang mana lagi?? Pada dasarnya, saya tidak keberatan dengan suasana penuh cinta di STUBA saat ini. Saya malah senang dan bersyukur, tampaknya Allah sedang memberikan anugerahnya pada STUBA. Saya juga pernah mengalaminya pada tahun pertama saya masuk STUBA. Asalkan saja setiap orang dapat menempatkan diri pada posisi dan porsinya masing-masing, dimana ketika menjadi pendidik dan dimana menjadi yang dididik.
Sedikit cerita tentang STUBA, angkatan bungsu kami bernama angkatan EDELWEIS. Nama yang bagus, namun saya sempat tertawa dalam hati, kok namanya kayak kelompok pramuka saya jaman SMP? Tak peduli apa nama angkatannya asalkan filosofinya jelas, bisa diterima, dan semua anggota angkatan mengerti, itu saja cukup! Lalu agenda STUBA berikutnya bulan ini adalah Proses Resital. Naskahnya sedang digarap oleh saya dan Deni, semoga saya bisa memberikan hasil yang terbaik. Masih rencana, saya ingin menggarap naskah Deni dan Deni menggarap naskah buatan saya. Tahun ini, STUBA akan kembali mengusung ciri khas naskah sendirinya. Untuk pagelaran keliling, bulan ini produksi dan panggung sudah mulai bergerak, entah itu dengan rapat, dengan pencarian sponsor ataukah latihan. Akan jadi bulan yang melelahkan bagi saya, namun pasti menyenangkan!
Saya mendapatkan kenikmatan ketika rapat pengurus perbulan yang sudah 2 bulan ini tidak dilakukan karena kesibukan pengurus pada diklat dan pagelaran (apakah ini sebuah pembenaran?), ceritanya ketika rapat yang dilaksanakan ditangga batu itu, kami semua saling mengintropeksi diri, menggunakan bahasa verbal yang terpilih dan mengokohkan eksistensi kami. Masalah yang disuguhkan cukup pelik dan dibahas dengan alot. Namun suasana yang tercipta adalah saling mengahargai, sangat menyenangkan… masalah terbesar adalah eksistensi kami sebagai pengurus kadang dilanggar oleh beberapa pihak, seperti peminjaan barang yang seenaknya, karena kedekatan teman, maka dikeluarkan sesuka hati. Seperti pun proses pengisian acara. Seringkali ada pengeklaiman nama STUBA pada suatu acara tanpa konfirmasi, hanya karena ada seorang anggota yang mengisi acara. Tapi itu dikembalikan lagi pada kami selaku pengurus. Mungkin karena kurangnya sosialisasi!
Lalu kenapa bulan ini saya beri tema Nyari ilmu dulu akh…? Lalu apa hubungannya mencari ilmu dengan komitmen saya dengan seseorang? Dengan suasana penuh cinta di STUBA? Agenda STUBA berikutnya? Dengan masalah-masalah yang dihadapi STUBA? Tentu saja ada! Ilmu
kan
tidak selalu kita dapat dibangku sekolah atau kuliah, tapi ilmu bisa didapat dari mana saja. Misalnya ilmu mengerti pasangan kita, ilmu mempertahankan suasana penuh cinta agar tidak jadi euforia semata, ilmu keoraganisasian, dan ilmu ikhlas dalam melaksanakan segala sesuatunya. Saya juga tidak ingin melalaikan kewajiban saya mencari ilmu dibangku kuliah. Saya tidak mau jadi mahasiswa abadi, target saya 2 tahun ini harus lulus, amiennnnnnnnn… pokonya buat mama, ayah dan teteh, vie ga akan nyianyiain bantuan biayanya! Semuanya perlahan-lahan menjadi semakin nyata, bahwa segala sesuatunya harus dicari dan dikaji, ilmu! -Warnet,090306-