daunrerumputilalang


Surat yang Menempel di Pintu
May 30, 2006, 9:42 am
Filed under: puisi

Surat

yang Menempel di Pintu

Poto_poto696

Zeke, semenjak kepergianmu

Pintu rumah ini tak pernah kukunci

Karena aku tak pernah tahu

Kapan kau akan pulang

Aku juga tak pernah tahu

Kapan aku akan ada di rumah

Aku hanya takut, kau menunggu di luar

Tertidur dan kedinginan..

Zeke, semenjak kepergianmu

Pintu rumah ini tak pernah kukunci

Aku tak pernah perduli juga tak pernah takut

Seandainya pencuri dating

Menggondol seluruh isinya

Karena aku yakin..

Hanya kau yang tahu arti rumah

Kostan, 300506, 12:35 WIB



Yang Tak Pernah sampai
May 30, 2006, 9:29 am
Filed under: Uncategorized

Yang Tak Pernah Sampai

: Teman-teman Mnemonic

Aku rindu menjaja kata

Pada etalase-etalase taman yang berebut

Lahan dengan sampah

Sejak matahari berada di ubun-ubun

Hingga ia memerah

Aku rindu menjaja kata

Rindu ini melesat bersama cahaya

Menyinari tanah yang kita pijak

Masihkah sama?

Bilur-bilur rindu mengalir pada kelopak

Mataku. Ia bermuara pada sungai-sungai

Coklat. Yang mengalir di bawah kakimu

Aku tak pernah sampai padamu

Kostan, 260506, 12:35 WIB



Sabit di Bulan Mei
May 6, 2006, 9:35 am
Filed under: Uncategorized

Sabit di Bulan Mei

Perjalanan berhenti pada suatu peristirahatan bernama Mei, di sini pun seperti halnya bis, hanya sebuah halte. Karena dari peristirahatan itu tetap dalam keadaan berjalan, dalam roda yang bernama waktu. Bulan mei, langit di hiasi bulan sabit. Entah kenapa cahayanya lembut, redup namun daya magisnya terasa lebih tinggi. Tepat pada tanggal 1 Mei ketika bulan sabit pudar itu menampakan diri, kami meresmikan sebuah komitmen. Suatu kenahagiaan yang sangat bagi ku. Dan rasanya aku juga tak peduli dengan pandangan orang lain yang nyinyir tentang aku. Ya bayangkan saja, setelah hubunganku resmi putus dengan pangeran kodok, sebulan kemudian aku sudah meresmikan hubunganku dengan orang lain. Tapi rasanya itu bukan hal yang perlu di besar-besarkan. Aku tahu apa yang terbaik untuk diriku sendiri, tanpa mengurangi rasa hormatku atas kritik dan perhatian orang lain padaku. Bulan sabit ini adalah sebuah simbol dari kami berdua, dimana sabit adalah posisi awal dari bentuk bulan. Sebuah harapan yang tidak terlalu tinggi, kami berproses menjadi purnama lalu sabit lagi.

            Perjalananku berikutnya adalah STUBA, dimana kesibukan kami kian padat, beberapa target harus di capai, seperti proses resital, dimana aku dan deni bersaing sekaligus bekerja sama. Kami sama-sama menjadi sutradara. Ini adalah pengalaman pertama kami berdua di dunia teater menjadi sutradara. Ternyata berproses menjadi sutradara sangat melelahkan sekaligus mengasyikan. Kami harus berjuang sampai awal Juli. Belum lagi STUBA akan ikut berpartisipasi dalam parade mei, yang di adakan oleh GSSTF di UNPAD, jatinangor. Kami sangat serius ingin menghadirkan sesuatu yang baru bagi masyarakat teater. Saya dan Deni menjadi pemain, di sini. Lalu kami juga sedang menggarap produksi musik tubuh, yang rencananya akan di pagelaran kelilingkan. Belum lagi permintaan pengisian acara, dan yang terpenting adalah Musyawarah Besar Luar Biasa (MUBESLUB) STUBA. Akh, rasanya pekerjaan kami tak kunjung-kunjung habis… tenaga maupun semangat kami pun mulai surut, namun kami harus pandai-pandai membagi nafas bagi saudara-saudara kami. Sebuah reward berupa pin, STUBA berikan bagi mereka yang masih sudi meluangkan waktunya untuk mengikuti rapat pengurus yang juga jadi ajang evaluasi dan proyeksi. Tidak hanya pengurus STUBA yang berproses, tapi anggota, senior dan partisipan pun giat berproses! Nah, ini juga yang menjadi sabit di bulan mei. STUBA akan terus berproses…

            Perjalananku tiba di persimpangan, ada beberapa tawaran menarik seputar teater namun harus berbenturan dengan STUBA, dengan teguh aku tetap memprioritaskan diri untuk STUBA, tanpa melepaskan kesempatanku di luar.

Ada

kalanya ingin menyerah dan lari, tapi orang-orang di sekelilingku seakan memberikan spiritnya. Jujur saja aku sering merasa lelah dengan rutinitas dan pekerjaanku sehari-hari, tapi aku juga sangat menyadari bahwa kekosongan waktu akan membuatku terpuruk! Lagi-lagi sabit hadir dalam kesempatan ini, proses terus berproses!

Warnet, 6 Mei 2006, 23:27 WIW

Sailormoonlove2grodf