March 20, 2007, 8:20 am
Filed under: puisi
Filed under: puisi
Disekap
Perempuan disekap gelap
hujan
malam
kepedihan
kesunyian
luka
Karena peperangan tidak berada di
medan
perang
tetapi dalam dirinya sendiri!
20 Maret 2007
6 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
ngasih komen ahhh….
jadi cuma mo bilang : keren!!! aku banget dehhh…
yuni 03.21.07 @ 10:08 pmtapi aku ga bisa berpuitis ria
Perempuan disekap gelap
hujan
malam
kepedihan
kesunyian
luka
(penegasan yang beruntun, menarik.)
Karena peperangan tidak berada di
Minke 03.22.07 @ 7:19 ammedan
perang
tetapi dalam dirinya sendiri!
(apakah dirinya sendiri tidak bisa jadi “medan perang”?)
Yah…dalam diri perempuan yang diam memandang gulita…
Setetes bening air mata temani sudut cekung matanya..
Dalam diam ia menangis, dalam diam ia bicara..
bukan dengan kata, bukan dengan suara…
Dengan sinar matanya yang kembali redup
Tatkala ia sadari
Agnes Ajah 03.08.08 @ 2:00 ammalam terus merambat….
Evi, puisimu makin manis saja. Juga foto-fotomu. Bikin dada ini berdebar, seperti pementasan waktu itu di Taman Budaya Yogya… Ah!
wha wha 03.18.08 @ 7:17 pmSunlie Thomas Alexander
perempuan
tersekap dalam perang
perempuan
menyekap perang
perang
tersekap dalam sekapan
perempuan
apalah itu…tapi itu koment ku atas puisimu… asik juga
Khozach 04.04.08 @ 9:42 amhai…
masih mengingat senyuman….
itu sudah
senja7 10.06.08 @ 12:27 pm