March 20, 2007, 8:03 am
Filed under: puisi
Filed under: puisi
Sependil Lumpur
Mengapa sependil Lumpur
Mesti jadi misteri
bagiku
Yang telah benar
telanjang
Tanpa rahasia?
Mengapa sependil
Lumpur
Tetap menjadi milikmu
Yang telah menyerahkan
Lapang dadanya?
Mengapa sependil
Lumpur
Mesti jadi tekateki buatku
Yang telah meluluskan
Telaga berwujud air
mata?
Mengapa sependil
Lumpur
Tetap menjadi bagianmu
Yang telah memasrahkan
Jiwanya untuk
mencintai?
Sedang kita
Telah bersenyawa
Dalam candu para dewa,
Meskikah ada sependil
Lumpur?
16 Maret 2007
1 Comment so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
“dengan mata doa kusebut nyawamu senyawa nyawaku”
………………..absurd…………………….
senja7 10.06.08 @ 12:40 pm……………kompleks……………