March 20, 2007, 8:08 am
Filed under: puisi
Filed under: puisi
Syair Air
: Sunlie Thomas Alexander
Bukankah danau adalah surga bagi air, sun
Seperti pun samudera
Dan perahu bagai kerangkeng
Kenapa tak hadirkan saja canal dan sampan?
manusia memang tak pernah benar sepotong daging
ia berpasangan dengan tulang
dan semua itu tak cukup membuktikan kemanusiaan
aku tak mau naik perahu, sun!
karena aku adalah air, tempatmu mendayung
Bandung
,
20 Maret 2007
6 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
wow…sebuah kesadaran diri yg tangguh…ni modal gede deh buat JADI..cewe idaman..hehehehe…
hanaveldi 03.20.07 @ 9:33 amevi memang seperti air yang mengalir deras dan kebingungan akan bermuara kemana.
eva 03.13.08 @ 7:44 pmair baru saja mencerca bumi,…
di rengkuhnya bumi dengan cinta
setitik memang tak banyak
beriak,…
satu
demi
satu
andro 08.28.08 @ 6:23 am………..ruh……..
…………………..kedirian………….
………..diri…………………
……………relasi…………………….
………………manusia…………………..
………….keterbatasan……………………..
……keterbatasan…………………
…………..merasionalkan………
senja7 10.06.08 @ 12:36 pmlalu air menjadi laut,
ceeikahauraluchuuu 11.28.08 @ 7:51 amdan dengan asinnya menjadi tokoh yang tak bersahabat,
tumpah pada setiap tatap…
dan tega memisahkan kekaguman pada sepasang mata,
dan memaksa diri untuk menyadari sebuah kabar tentang bedanya pulau untuk pulang…
entah kenapa aku sendiri tak tau pasti…
Minke 12.29.08 @ 9:40 pmtapi yang jelas aku jatuh cinta pada puisi ini…