March 26, 2008, 9:29 am
Filed under: puisi
Filed under: puisi
Apa kabar, tuan penyair?
Ceritakanlah padaku tentang karyamu yang besar itu?
Tentang kebesaran dan rasa hausmu akan puisi
Tentang rambut ikalmu yang terurai
Apa kabar, tuan penyair?
Masih sudikah kau menyapaku jika kita berpapasan di jalan?
Atau sekedar tersenyum bila berjumpa disebuah diskusi?
Apakah aku terlalu kecil untukmu yang telah besar?
Apa kabar, tuan penyair?
Bukan kah kita masih sama-sama muda
Dan kita berangkat bersama dari kata muda?
Tapi bukan masalah muda atau tua
Kita mungkin harus bicara soal mapan atau tidak
Konsisten atau tidak konsisten?
Apa kabar, tuan penyair?
Aku membaca beberapa sajakmu di media
Fasih kau bicara cinta, bicara tentang sosial, bicara tentang apa saja
Sayang, tuan penyair kau lupa akan etika
Bandung, 26 Maret 2008
6 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
wew
sip dah
Ngupil 03.26.08 @ 11:34 amkeren banget puisinya hehehe
Evi… kangeeen…! (moga2 aku gak dianggap lupa etika–karena terlampau mabok estetika, hahaha!)
sunlie ganteng
ari 03.31.08 @ 9:12 pmSatu kata buat puisi kamu…
DAHSYAT!!!!!!
super 04.10.08 @ 8:50 pmtapi aku bukan penyair evi…
aku ini penyiar….
apaan sih ade…sok nyeni ya gw?
heh e he he
kaya kata hati vie…
Ade 04.25.08 @ 8:17 amapa benar itu puisi???
jangan tergesa nanti banyak yang tertinggal
jangan tergesa nanti banyak yang terlupakan
bukankah transisi dan tahapan masih berlaku……
atau perubahan terjadi melompati tahapan tak mengindahkan transisi….
atau……
jangan tergesa nanti banyak yang tertinggal
jangan tergesa nanti banyak yang terlupakan
jangan tergesa nanti di butakan
jangan tergesa nanti tertinggal
jangan tergesa nanti seperti angin dalam gengaman
apa kabar, tuan panyair ?
Kita mungkin harus bicara soal mapan atau tidak
Konsisten atau tidak konsisten?
Fasih kau bicara cinta, bicara tentang sosial, bicara tentang apa saja
Sayang, tuan penyair kau lupa akan etika
apa yang kau bicarakan ketika kau tak ada di dalamnya
…………..ikut merasakan……………….
……seberapa peka rasamu………
……puisi menjadi jembatan kau merasakan…..
hai kawan, teman, sahabat…
titip kata di dekat hati
senja7 10.06.08 @ 12:22 pmKabarku baik-baik saja..
Bagaimanakah gerangan puan?
K'ndie 11.16.08 @ 9:29 am