July 2, 2008, 8:23 am
Filed under: puisi
Filed under: puisi
Ada komedi
putar di kepalanya
Ia terus
menghitung jarak
Menekuni malam
hingga lampu-lampu ditelinganya menyala
Di sisinya
ada dua peri berbadan besar
Peri-peri
itu mengerti ia ingin menjadi ibu maka mereka menjadi anak
ia
permainkan semesta ia jungkirbalikan masa
ia ingin
menjadi legenda
maka
peri-peri itu menjadi sejarah yang mencatatnya
Warnet, 2
Juli 2008
5 Comments