July 2, 2008, 8:23 am
Filed under: puisi
Filed under: puisi
Ada komedi
putar di kepalanya
Ia terus
menghitung jarak
Menekuni malam
hingga lampu-lampu ditelinganya menyala
Di sisinya
ada dua peri berbadan besar
Peri-peri
itu mengerti ia ingin menjadi ibu maka mereka menjadi anak
ia
permainkan semesta ia jungkirbalikan masa
ia ingin
menjadi legenda
maka
peri-peri itu menjadi sejarah yang mencatatnya
Warnet, 2
Juli 2008
5 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
………..hai penyair…….
……………bukankah sejarah slalu di arah-arah………………………..
senja7 10.06.08 @ 12:03 pmHmm… it seems that you have a talent in writing, great blog. Add to my feed reader!
fat loss for idiots 10.08.08 @ 9:49 pmsalam.. bertandanglah.. ada kopi dan ubi bermain kata..
timur matahari 10.25.08 @ 6:30 pmjanganlah segala dingin curiga pada reda
sebelum terbuka mata cahaya
ia
merasa belum menjadi apa-apa
ia
K'ndie 11.16.08 @ 9:26 amterus meminta
Great website, very readable clean content. You may want to try adding more pictures, but either way nice site.
Allison Sellers 11.21.08 @ 9:16 am