January 28, 2009, 10:00 am
Filed under: puisi
Filed under: puisi
Setelah Kematian
: 40hari El
Kematian menjelma tasbih air mata
Kematian menjelma dinding penuh dosa
Kematianmu adalah kematianku yang tertunda
Kematianmutelah mengakar di jantungku
Kematian membawaku kesebuah rasa yang bersahaja
Seperti rindu sebilah pedang pada sarungnya
Bandung, 28 Januari 2009
5 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Jadi ingin kematian untuk mendapatkan puisi dari seorang kekasih……..
KEMATIANKU 01.29.09 @ 9:40 pmBisa kan kalau dihapus……tolonglah……
LUKY 02.04.09 @ 6:09 amPada hakikatnya kematian tak seorangpun yang dapat menundanya. Kecuali kematian semu.
Arsyad Indradi 02.10.09 @ 10:12 amKematian adalah hanya terputusnya hubungan seseorang dengan lingkungan duniawinya, itu saja.
Minke W.H 03.05.09 @ 6:18 amyang lalu biarlah berlalu….
pami neng bogoh ka hiji jalmi, filosopina kie tah :
40% hati
60% logika
hehe….
ndiw 03.07.09 @ 11:15 amberbagi pengalaman ni mah,
puntenn pisan….
sanes endog mamatahan hayam………
too much love will kill u……
ngasih tau aj….
get up stand up….
time will tell……….